Tebing Breksi, The Lost Petra of Java


Tangga menuju puncak Tebing Breksi (Foto:Beny)

Share on      

Berbekal informasi seadanya dari teman tentang sebuah obyek fotografi yang sedang naik daun di Yogyakarta, tepatnya di daerah Sambirejo, Prambanan, Sleman, prameks getaway pun pada akhir tahun 2016 kemaren akhirnya kesampaian mengunjungi Tebing Breksi, spot yang sangat bagus untuk menikmati view kota Yogyakarta dari ketinggian. Tebing Breksi dekat dengan candi boko dan candi ijo, komplek situs candi Ijo ada di sebelah timur obyek ini (sekitar 300m).

Berdasarkan informasi petugas yang kami tanyai di lokasi, Tebing Breksi merupakan bekas tambang batu untuk keperluan konstruksi dan seni yang sudah tidak dipergunakan lagi, dinamakan tebing breksi karena komposisi batuannya berupa breksi gunung api dan tuff yang tidak terlalu keras, sehingga mudah dibentuk seperti beberapa ukiran wayang pada dinding tebing yang dilakukan oleh seniman setempat. Hasilnya, tebing ini jadi nampak eksotis bila dijadikan latar belakang foto. Bekas quary (tambang terbuka) dibuat amphiteater (teater ruang terbuka) untuk pertunjukan seni seperti konser musik dan lainnya, sedangkan di sebelah utara amphiteater ada bukit kecil sebagai gardu pandang kota Jogja dan sekitarnya dilihat dari sisi timur. Pada hari-hari tertentu di lokasi ini juga sering digunakan untuk arena off-road.

Tebing Breksi sangat cocok untuk para wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di sore hari karena tidak terlalu panas dan sangat cocok untuk melihat sunset yang luar biasa indah. Menjelang malam hari saat berada di puncak tebing anda akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indah yaitu kerlap-kerlip lampu kota jogja ditambah hiburan adanya pesawat yang hilir mudik di Bandara Adisucipto Yogjakarta, suasana yang hampir sama saat berada di Bukit Bintang Gunungkidul.

Tebing Breksi tetap lumayan ramai walaupun pada hari kerja, jika ingin menikmati pemandangan dengan tenang kami sarankan jangan datang saat liburan. Berhati-hatilah saat menuju lokasi ini karena jalan menuju tebing ini jalannya cukup menanjak, pastikan kendaraan anda cukup prima. Akses ke lokasi sudah jalan aspal tapi sayangnya belum terjangkau oleh transportasi umum. Jika anda menggunakan kendaraan umum, dari halte transjogja Prambanan anda bisa memakai jasa ojek, ojek online, taxi, taxi online, atau rental mobil (tanya di tempat penjual pulsa sebelah timur Kecamatan Prambanan).

Walaupun obyek wisata yang relatif baru, Tebing Breksi sudah dilengkapi tempat parkir yang luas, musholanya yang memadai, kamar mandinya bersih, dan sederet kios tempat berjualan makanan dan minuman yang tertata rapi. Saat prameks getaway kesana tarif masuk lokasi masih sukarela dan tarif parkir Rp.2000,- untuk roda dua sedangkan untuk roda empat sebesar Rp.5000,- sehingga tergolong relatif terjangkau. Karena masih minim pohon perindang, sebaiknya hindari datang saat siang hari, pun jika terpaksa sebaiknya memakai kacamata hitam, topi, dan atau payung jika perlu. Jika anda memiliki alergi debu sebaiknya juga membawa masker mulut karena banyak debu yang tertiup angin. Perlu kehati-hatian saat menaiki tangga menuju atas tebing terutama jika anda mengajak anak dibawah umur ataupun orang tua yang sudah usia lanjut. Saran untuk pengelola Tebing Breksi adalah masih perlu diperbanyak pemasangan railing pembatas demi keamanan bersama.

Menarik bukan, ayo kunjungi Tebing Breksi Yogyakarta.


Related

Festival Payung Indonesia, Sky Umbrella on 26 Januari 2017, 16:54 WIB

Prameks.com. Pramekers sungguh beruntung karena sering dimanjakan dengan banyak event kelas nasional bahkan internasional yang sering... more

Balekambang, Central Park-nya Wong Solo on 04 Desember 2016, 22:27 WIB

Prameks.com. Taman Balekambang adalah spot favorit kami dikala mencari ketenangan dan udara segar saat akhir pekan. Hanya 5 menit dari... more