Balekambang, Central Park-nya Wong Solo


Rusa berkeliaran bebas di Balekambang (Foto: Beny)

Share on      

Prameks.com. Taman Balekambang adalah spot favorit kami dikala mencari ketenangan dan udara segar saat akhir pekan. Hanya 5 menit dari Stasiun Balapan menggunakan kendaraan pribadi atau ojek membuat taman ini mudah diakses kapan saja. Taman seluas lebih dari 9 hektar ini terasa sejuk karena didalamnya terdapat banyak pohon yang rindang. Rerumputan hijau yang menutupi hampir seluruh area terbuka membuat kesan hijau asri taman yang mulai dibuka untuk umum sejak tahun 2008 ini. Berlokasi dekat dengan Stadion Manahan tepatnya di Jalan Ahmad Yani Solo, taman ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIB. Taman ini memiliki 2 akses masuk, yaitu dari sisi utara dan timur, tetapi kami lebih suka masuk dari sisi timur karena kantong parkir motor ada disini.

Pemandangan menarik yang membuat kami sering ke taman ini adalah hamparan kolam air di ujung taman dan padang rumput di tengah taman yang cukup luas dengan beberapa satwa yang berkeliaran bebas seperti kalkun, angsa dan rusa yang jinak sehingga tidak jarang berinteraksi langsung dengan pengunjung. Sejarahnya, taman yang namanya berasal dari kata bale (balai atau pendapa) dan kambang (mengapung) yang dapat diartikan sebagai balai apung karena di pinggir kolam utama terdapat bangunan pendapa atau balai sehingga dari kejauhan terlihat seperti sebuah bangunan yang mengapung. Taman Balekambang dibangun pada 26 Oktober 1921 oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta sehingga taman ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu Partinah Boschc (Hutan Partinah) yang merupakan semacam hutan kota, dan Partini Tuin (Taman Air Partini), yang merupakan kolam air.

Beberapa tahun terakhir ini popularitas Taman Balekambang mulai naik dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang setiap akhir pekan, bahkan saat ada event tertentu seperti konser musik dan event budaya seperti Festival Payung Indonesia jumlah pengunjung sangat banyak sampai sulit untuk masuk ke area taman. Kami menyaksikan perubahan ini dengan suka cita karena seingat kami dulu awal kami mulai sering ke taman ini tahun 2010 belum ada penjual dan jumlah pengunjung masih bisa dihitung dengan jari. Tentu saja hal ini tak lepas dari kerja keras pemerintah kota Surakarta dan khususnya pengelola Taman Balekambang yang dengan serius menata taman ini menjadi lebih baik sehingga sudah layak disebut sebagai obyek wisata.

Pengelolaan taman yang serius terbukti dari penataan akses jalan dalam taman, tersedianya sarana kebersihan seperti toilet dan bak sampah di beberapa tempat. Di titik-titik tertentu juga tersedia keran air untuk sekedar cuci tangan atau kaki. Tak lupa yang paling penting adalah area parkir kendaraan yang sangat luas di sebelah kiri setelah pintu masuk. Untuk memasuki area taman sampai artikel ini ditulis masih gratis, hanya membayar parkir sebesar 2000 rupiah untuk motor. Di belakang balai apung terdapat sebuah masjid untuk sarana ibadah pengunjung. Tak jauh dari situ tepatnya sebelah kiri balai apung juga terdapat Taman Reptil yang dikenakan karcir 5000 rupiah per orang untuk masuk. Di didalamnya tidak hanya terdapat reptil saja seperti adanya burung dan monyet, walaupun demikian memang kebanyakan penghuninya adalah reptil seperti kura-kura, iguana, ular, dan buaya. Sedangkan di sebelah kanan balai apung belum lama ini juga dibuka wahana water park mini yang disebut kolam keceh (kolam untuk bermain air). Di kolam air utama terdapat becak air atau perahu angsa dan perahu motor berbentuk naga dengan tarif 15.000 sampai 20.000 untuk sekali putaran.

Beberapa area dalam taman ini juga disewakan untuk umum semisal ada acara arisan keluarga, ulang tahun, gathering kantor, konser, dan outbond. Di dekat pintu masuk utara ada area yang cukup luas yang didesain untuk acara outbond, cukup nyaman dan kami pernah outbond disini. Jika Anda ingin menyewa salah satu area di dalam Taman Balekambang Anda bisa datang dan konsultasi langsung dengan pihak pengelola taman yang berlokasi tidak jauh setelah masuk dari pintu timur. Tarif sewa area tergantung lokasi dan jumlah pengguna, bervariasi sekitar 300 ribu hingga jutaan rupiah. Pengalaman kami tahun 2015 dulu pernah menyewa balai apung untuk acara keluarga sejumlah 50 orang dikenakan tarif sewa 300 ribu. Tetapi jika Anda pengunjung biasa tanpa ada acara khusus walau berjumlah 5-10 orang masih bisa berkumpul di sekitar area tengah taman dengan cukup menyewa tikar sebesar 5000 rupiah sampai Anda puas duduk.

Itu tadi ulasan panjang prameks getaway kali ini tentang Taman Balekambang, saran saya jika ingin menikmati ketenangan taman ini datanglah sore hari sepulang jam kerja untuk melepas penat, hindari hari Minggu kecuali jika Anda suka dengan keramaian. Saat musim hujan lebih hati-hati karena mungkin licin jalan akses dalam taman dan terutama rumputnya. Jika Anda hobi membaca, setiap hari Sabtu ada perpustakaan keliling dari Perpustakaan Daerah Surakarta di taman ini.


Related